Halo Sobat Ekraf! Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/KaBekraf), Teuku Riefky Harsya, melakukan dialog interaktif dengan para pelaku ekonomi kreatif di Sleman Creative Space, Yogyakarta, pada Rabu (18/12/2024). Kegiatan ini bertujuan mendengarkan aspirasi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Menekraf Riefky menegaskan pentingnya peran daerah dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama perekonomian. Menurutnya, komitmen pemerintah pusat dalam memberdayakan ekonomi kreatif tidak akan optimal tanpa dukungan dari pemerintah daerah.
“Konkretnya, pemerintah pusat berkomitmen memberdayakan ekraf, tetapi kami tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan sinergi erat dengan pemerintah daerah untuk menjadikan ekraf sebagai mesin pertumbuhan daerah,” ujar Menekraf Riefky.
Ia juga menyampaikan bahwa Yogyakarta telah ditetapkan sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif untuk lima tahun ke depan. Hal ini sesuai dengan roadmap yang ditentukan Presiden melalui Bappenas dan diamanahkan kepada Kemenekraf.
“Jogja masuk dalam road map daerah prioritas pengembangan ekraf untuk lima tahun ke depan, dan kami dari Kemenekraf akan berupaya memfasilitasi,” tambahnya.
Dalam dialog tersebut, para pelaku ekraf menyoroti bahwa sumber daya manusia adalah aset utama dalam mengembangkan ekosistem kreatif di Yogyakarta. Mereka menyampaikan pentingnya kolaborasi yang berkesinambungan untuk membentuk ekosistem kreatif nasional yang lebih solid.
Hadir pula dalam acara ini, Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta Terpilih, dan Gregorius Sri Wuryanto, Ketua Perkumpulan Jogja Creative Society. Mereka mendukung penuh penguatan ekosistem kreatif di Yogyakarta dengan menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi adalah kunci. Jogja memiliki banyak potensi kreatif, dan tugas kita bersama adalah memperkuat jejaring untuk memastikan ekosistem ini tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian,” ujar Gregorius.
Sobat Ekraf, sebagai salah satu pusat seni dan budaya Indonesia, Yogyakarta memiliki peran strategis dalam pengembangan ekraf nasional. Dengan dukungan dari Kemenekraf, Yogyakarta diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menekraf Riefky optimis bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku ekraf dapat menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. “Kita harus menjadikan ekraf bukan hanya sebagai mesin ekonomi nasional, tetapi juga alat untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.
Halo Sobat Ekraf! Dalam semangat memperluas cakupan subsektor ekonomi kreatif (ekraf) nasional, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) baru saja mengusulkan subsektor baru seperti Makeup Artist (MUA), Hair Stylist, dan Hijab Stylist untuk menjadi bagian penting ekosistem ekonomi kreatif.
Usulan strategis ini disampaikan dalam audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang berlangsung di Kementerian Ekonomi Kreatif. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat subsektor ekraf nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang berharap ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.
Sobat Ekraf, usulan subsektor baru ini bertujuan memberikan ruang yang lebih luas bagi para profesional di bidang kecantikan, khususnya Makeup Artist, Hair Stylist, dan Hijab Stylist. Profesi-profesi ini sebelumnya hanya dianggap sebagai bagian dari subsektor fashion.
Yanti Adeni, Sekretaris Jenderal Gekrafs, menekankan pentingnya pengakuan resmi untuk subsektor ini agar mereka dapat berdiri sendiri dan berkontribusi lebih besar.
"Jika subsektor seperti Makeup Artist, Hair Stylist, dan Hijab Stylist diakui secara resmi, inovasi dan semangat kreatif para pelaku usaha ini akan semakin terpacu, menghidupkan roda perekonomian kreatif nasional," ujarnya.
Langkah ini juga mendapat dukungan dari Menteri Teuku Riefky, yang menyebutkan bahwa sektor beauty perlu memiliki payung regulasi mandiri seperti halnya sektor musik, sehingga potensi dan kontribusinya dapat dimaksimalkan.
Sebagai negara yang dikenal sebagai pusat busana muslim dunia, Indonesia perlu memperkuat ekosistem pendukungnya. Ketua Harian Gekrafs, Temi Sumarlin, menyoroti pentingnya memperkuat profesi pendukung seperti desainer, stylist, dan fashionpreneur agar mampu bersaing di pasar global.
"Salah satu ekosistem yang harus diperkuat adalah profesi pendukung industri busana muslim, sehingga industri ini bisa lebih berdaya saing secara global," ungkapnya.
Dalam audiensi ini, Menteri Riefky menegaskan kembali visi Presiden Prabowo bahwa ekonomi kreatif harus menjadi mesin pertumbuhan baru ekonomi Indonesia. Ia bahkan meminta agar Dinas Ekraf dibentuk di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dalam waktu dua minggu ke depan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).
"Langkah ini menjadi fondasi kokoh bagi penguatan subsektor baru ekraf di daerah, karena pendekatannya langsung menyasar peningkatan pendapatan, pengurangan kemiskinan, dan penambahan lapangan pekerjaan," jelasnya.
Sobat Ekraf, meskipun tantangan terkait regulasi masih menjadi kendala utama, Gekrafs dan Kementerian Ekonomi Kreatif sepakat bahwa kolaborasi dan masukan konstruktif dapat mempercepat proses pengembangan subsektor baru ini.
Kawendra Lukistian, Ketua Umum Gekrafs, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong subsektor baru dengan meningkatkan literasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta melestarikan budaya kreatif lokal.
"Gekrafs ingin menjadi mitra utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan pro-ekraf, sehingga subsektor baru ini dapat berdiri kokoh, berinovasi, dan bahkan merambah pasar internasional," tegasnya.
Sobat Ekraf, Gekrafs adalah organisasi profesi yang berkomitmen memperkuat ekonomi kreatif Indonesia melalui program-program yang mengutamakan nilai budaya dan keberagaman seni. Sebagai mitra strategis pemerintah, Gekrafs juga berperan menjaga warisan budaya yang menjadi inspirasi utama bagi industri kreatif Tanah Air.
Halo Sobat Ekraf! Dalam semangat mendukung ekonomi kreatif nasional, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar ajang CreatorFest 2024. Kompetisi kreatif tingkat nasional ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-129 BRI, sekaligus platform untuk mengapresiasi bakat dan inovasi anak bangsa.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyebutkan bahwa CreatorFest 2024 bukan hanya kompetisi, tetapi juga bentuk nyata dukungan BRI terhadap pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
"Kami tidak hanya mengapresiasi para pemenang, tetapi seluruh peserta yang telah menunjukkan potensi mereka. BRI akan terus menjadi mitra aktif dalam mendukung kreativitas masyarakat Indonesia untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Hendy.
Ajang ini berhasil menarik perhatian 1.860 peserta dari berbagai daerah, dengan 2.292 karya kreatif dikirimkan untuk bersaing dalam lima kategori utama: jurnalistik, blog, media sosial, fotografi, dan film pendek. Para pemenang mendapatkan total hadiah lebih dari Rp600 juta, yang menjadi apresiasi nyata atas kerja keras dan kreativitas mereka.
Sobat Ekraf, CreatorFest 2024 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi dan jejaring kreatif. Dengan memberikan ruang bagi para kreator dari berbagai latar belakang, acara ini mendorong talenta lokal untuk bersinar dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
"Melalui CreatorFest, kami ingin para kreator menjadi bagian dari masa depan pembangunan bangsa. Ide-ide segar mereka dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tambah Hendy.
BRI percaya bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan mengadakan CreatorFest, BRI menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang bagi talenta lokal untuk berkembang dan berinovasi.
CreatorFest juga menjadi bukti bahwa kreativitas adalah salah satu kekuatan utama dalam membangun bangsa. Para peserta yang terlibat bukan hanya berlomba, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat di Indonesia.
Sobat Ekraf, acara seperti CreatorFest mengingatkan kita bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Ini adalah panggilan untuk seluruh pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berinovasi.
Halo Sobat Ekraf! Kabar baik datang dari dunia kreator konten Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) memfasilitasi pembentukan Asosiasi Kreator Konten Indonesia sebagai wadah perlindungan, ruang berkreasi, dan sarana kolaborasi dengan pemerintah serta sektor hexahelix ekonomi kreatif.
Langkah besar ini dibahas dalam diskusi yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (12/12/2024), sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 5 Desember 2024. Pertemuan ini menjadi tonggak penting bagi penguatan ekosistem kreator konten di tanah air, sekaligus mendukung ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru.
Sobat Ekraf, inisiatif pembentukan asosiasi ini datang langsung dari para kreator konten. Menekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasinya dan menegaskan dukungan penuh untuk mengatasi tantangan yang dihadapi kreator konten saat ini.
"Inisiatif ini luar biasa. Kami di Kemenekraf siap mendukung dan berkolaborasi. Tantangan-tantangan seperti literasi kompetensi, kebijakan platform, stigma publik, hingga konten negatif harus kita urai bersama," ujar Menekraf Riefky.
Dalam diskusi tersebut, Riefky juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kreator konten dan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
"Ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional. Melalui kolaborasi ini, kita bisa saling menguatkan dan memajukan bangsa. Saya optimis, asosiasi ini akan menjadi langkah besar bagi kemajuan kreator konten Indonesia," tambahnya.
Sobat Ekraf, subsektor konten digital memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, hingga pengentasan kemiskinan. Selain itu, kreator konten juga berperan penting dalam mempromosikan pariwisata, budaya, dan produk lokal Indonesia di kancah global.
"Pengembangan subsektor konten memberikan kontribusi signifikan pada perekonomian nasional, termasuk meningkatkan literasi digital dan mendorong munculnya industri kreatif baru," ungkap Riefky.
Diskusi ini juga membahas mekanisme keanggotaan asosiasi, pelibatan kreator dari daerah, hingga peran penting generasi muda, khususnya Gen Z, dalam mendorong ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif.
"Generasi muda harus dirangkul. Kreator konten kini menjadi lapangan kerja potensial untuk meningkatkan kesejahteraan," ujar Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Raffi juga menekankan bahwa asosiasi ini akan menjadi garda terdepan dalam melawan hoax dan cyber bullying, serta mendukung kemajuan UMKM.
CEO Kasisolusi, Deryansha Azhary, menyampaikan bahwa subsektor konten digital telah menyerap 17 juta tenaga kerja dan diproyeksikan tumbuh hingga 5 kali lipat pada 2030. Oleh karena itu, payung asosiasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung kegiatan ekonomi kreator konten di Indonesia.
Halo Sobat Ekraf! Dalam upaya mendukung kemajuan ekonomi kreatif, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya terus mendorong peningkatan kualitas produk dan kompetensi pelaku kuliner, kriya, dan fesyen di Merauke, Papua Selatan.
Sabtu (14/12/2024) lalu, Menekraf Teuku Riefky hadir dalam acara Inkubasi Ekonomi Kreatif yang digelar di Hotel Megaria, Merauke. Kegiatan ini menjadi bagian dari program quick win Kemenekraf/Bekraf untuk menggali potensi subsektor unggulan kuliner, kriya, dan fesyen di kawasan Food Estate Merauke, yang telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah strategis oleh pemerintah Indonesia.
Dalam sambutannya, Riefky menjelaskan pentingnya kegiatan ini untuk menciptakan ekosistem subsektor kreatif yang kondusif.
“Ekonomi kreatif ini akan menjadi mesin baru pertumbuhan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di daerah masing-masing. Inkubasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pelaku kuliner, kriya, dan fesyen di Merauke,” ungkapnya.
Menurut Riefky, inkubasi ini dirancang untuk mengembangkan ide-ide inovatif, meningkatkan keterampilan SDM, serta membangun jaringan yang lebih luas.
Inkubasi yang berlangsung selama tiga hari, dari 12 hingga 14 Desember 2024, juga memberikan pelatihan mengenai berbagai aspek penting seperti Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga branding.
“Ini adalah kesempatan besar bagi para pelaku ekonomi kreatif di Merauke untuk menggali ilmu langsung dari para ahli. Harapannya, mereka dapat lebih percaya diri dalam memasarkan produk mereka, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” jelas Riefky.
Ia juga menekankan pentingnya HKI dalam melindungi inovasi dan karya para pelaku kreatif.
Sobat Ekraf, tahukah kamu? Menurut Menekraf, keberadaan ekosistem subsektor kuliner, kriya, dan fesyen yang kuat di Merauke dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Papua Selatan.
“Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Merauke, sehingga ekonomi kreatif benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Papua Selatan. Pada akhirnya, ini akan mendukung ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru perekonomian nasional,” tutur Riefky optimis.
Sobat Ekraf, kegiatan seperti ini adalah bagian dari langkah strategis pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dengan potensi besar di Merauke dan sekitarnya, subsektor kuliner, kriya, dan fesyen dapat menjadi pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi nasional.
Mari kita dukung dan dorong semangat kreatif pelaku ekonomi kreatif di Merauke dan Papua Selatan! Bersama, kita wujudkan visi menjadikan ekonomi kreatif sebagai The New Engine of Growth.
Hai Sobat Ekraf! Tahukah kamu? Kelembagaan ekonomi kreatif daerah kini menjadi sorotan penting dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam Rapat Koordinasi Kelembagaan Ekonomi Kreatif Daerah yang digelar di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Dalam sambutannya, Riefky menekankan pentingnya ekonomi kreatif dalam mendukung salah satu visi besar pemerintahan, yaitu Asta Cita.
“Ekonomi kreatif memiliki delapan peran strategis, salah satunya adalah memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru,” ungkapnya.
Sebagai bentuk langkah nyata, Riefky menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Dalam Negeri. SKB ini memberikan pedoman bagi pembentukan nomenklatur Dinas Ekonomi Kreatif Daerah di tingkat provinsi serta kabupaten/kota.
“Kami berharap SKB ini menjadi pijakan kuat bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan ekonomi kreatif. Dengan begitu, ekraf dapat benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing,” kata Riefky.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, sektor ekonomi kreatif menunjukkan tren positif. Tercatat ada 24,92 juta tenaga kerja yang terlibat di sektor ini, menghasilkan nilai tambah hingga Rp1.141,7 triliun.
“Data ini menunjukkan betapa besar potensi ekonomi kreatif untuk menjadi penggerak utama perekonomian nasional,” tegas Riefky.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan ekonomi kreatif, terutama dengan memanfaatkan teknologi.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi kreatif, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kita perlu menggerakkan potensi kreatif di setiap daerah,” ujar Tito.
Tito juga mengajak para kepala daerah untuk lebih serius mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di wilayahnya.
“Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi ekraf yang luar biasa. Ini yang harus kita bangkitkan bersama,” tambahnya.
Sobat Ekraf, inisiatif ini adalah langkah penting untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha, ekonomi kreatif bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing bangsa di kancah global.
Mari terus dukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah kita, Sobat Ekraf!
Hai Sobat Ekraf! Dalam upaya mendukung pemberdayaan pelaku usaha kreatif dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengunjungi area operasional Asia Pacific Rayon (APR) di Pangkalan Kerinci, Riau, Rabu (11/12/2024). Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan desa-desa kreatif yang berbasis budaya dan kreativitas lokal.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penutupan Workshop Literasi Keuangan dan Akses Pembiayaan, yang berlangsung di Hotel Unigraha, Riau Kompleks. Workshop tersebut melibatkan 30 pelaku usaha di bidang kuliner, kriya, dan fashion, bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas.
“Ini adalah wujud sinergi heksa-helix, di mana pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, asosiasi, dan lembaga keuangan bersatu untuk mengembangkan ekonomi kreatif di desa. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia,” ujar Menekraf Teuku Riefky.
Workshop ini merupakan bagian dari agenda 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada pemberantasan kemiskinan melalui kewirausahaan dan pemerataan ekonomi.
Menurut Menekraf Riefky, desa kreatif adalah strategi efektif untuk mengangkat potensi budaya dan kreativitas lokal dari 17 subsektor ekonomi kreatif.
“Desa kreatif adalah katalis bagi pemerataan ekonomi nasional. Melalui pelatihan ini, kami ingin menciptakan kawasan yang mampu menghasilkan produk unggulan berbasis kreativitas dan budaya lokal,” ungkapnya.
Dengan dukungan kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha seperti APR dan APRIL (sister company APR), desa kreatif diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Presiden Direktur APR, Basrie Kamba, menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan desa kreatif melalui program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan.
“Kami berkomitmen membantu masyarakat dalam radius 50 km dari perusahaan melalui program yang memberdayakan. Pelatihan ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Basrie.
Selain pelatihan literasi keuangan, APR dan APRIL juga aktif menjalankan program pemberdayaan seperti pembinaan pembatik, pelatihan pemasaran digital, dan kolaborasi dengan pengrajin lokal.
Salah satu peserta workshop, Yusmaini, pemilik Rumah Batik Yus Pelalawan, berbagi pengalaman positifnya.
“Kami benar-benar senang. Setiap pelatihan memberi kami ilmu baru, yang berdampak baik bagi usaha kami. Terima kasih kepada APR dan APRIL yang terus memberikan pembinaan berkala kepada kami,” ucap Yusmaini.
Hingga saat ini, sebanyak 89 mitra usaha lokal telah merasakan manfaat dari inisiatif pemberdayaan ini.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Sobat Ekraf diharapkan bisa terus mengembangkan desa kreatif sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Langkah ini tak hanya memberikan peluang bagi pelaku usaha di desa, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Indonesia.
Hai Sobat Ekraf! Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya baru saja mengadakan dialog interaktif dengan para pelaku ekonomi kreatif di Kota Pekanbaru. Acara ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi, kendala, dan masukan dari pelaku ekraf, sekaligus mencari solusi tepat untuk pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
Dalam acara ‘Temu Pelaku Ekraf di Kota Pekanbaru’ yang digelar di Tudung Saji Bunda Viera pada Rabu (11/12/2024), Menekraf Riefky menyampaikan pentingnya mendengar kebutuhan langsung dari pelaku ekraf.
“Kami ingin mendengarkan masukan dari Sobat Ekraf tentang pendampingan apa yang benar-benar diperlukan. Mumpung program 2025 sedang kami susun, ini adalah waktu yang tepat,” ujar Menekraf Riefky.
Salah satu aspirasi yang banyak disampaikan pelaku ekraf adalah terkait perizinan penyelenggaraan pertunjukan yang dinilai rumit, serta kebutuhan akan sertifikasi bagi para pelaku ekonomi kreatif.
Menanggapi hal tersebut, Menekraf Riefky menjelaskan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif terus berupaya mempermudah proses perizinan. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas SDM ekraf.
“Pelatihan yang tepat akan meningkatkan kualitas SDM. Kalau SDM bagus, acara sukses, sponsor puas, dan pengunjung happy. Ini ekosistem yang kita inginkan bersama,” tambahnya.
Kemenekraf juga tengah menyiapkan dukungan untuk mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif, termasuk dengan membentuk direktorat khusus untuk menangani tantangan setiap subsektor, seperti akses pembiayaan, investasi, hingga perlindungan hak cipta.
Plt. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam, menekankan bahwa ekonomi kreatif kini memiliki fokus yang lebih mandiri, terpisah dari Kementerian Pariwisata. Hal ini memberikan peluang lebih luas untuk mendukung para pelaku ekraf menciptakan karya-karya inovatif.
“Kami berharap pelaku ekraf di Pekanbaru dan Riau bisa bergotong-royong untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai The New Engine of Growth,” kata Neil.
Dalam kunjungannya, Menekraf Riefky juga menyempatkan diri mengunjungi Creative Hub Riau, sebuah fasilitas yang dirancang untuk membantu pelaku ekonomi kreatif tumbuh dan berkembang. Hub ini menjadi tempat kolaborasi, inovasi, dan pengembangan karya kreatif dari berbagai subsektor di wilayah Riau.
Dialog ini bukan sekadar mendengar, tetapi juga langkah nyata untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Dengan program-program yang disiapkan dan dukungan pemerintah, ekonomi kreatif diharapkan semakin tumbuh dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Halo Sobat Ekraf! Dalam ajang bergengsi Mandalika Festival of Speed 2024 Final Round, Minggu (08/12/2024), Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkenalkan logo baru yang mencerminkan visi sektor ekonomi kreatif sebagai “The New Engine of Economic Growth.”
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar, menyatakan bahwa logo ini adalah simbol komitmen pemerintah dalam memajukan sektor ekonomi kreatif sebagai kekuatan baru ekonomi Indonesia. “Logo ini mirip dengan logo Bekraf sebelumnya, namun kini disempurnakan sesuai perkembangan zaman dan harapan ke depan. Logo ini adalah pengingat akan akar kita sekaligus refleksi visi masa depan,” ujar Wamenekraf Irene.
Logo ini memiliki desain modern dengan elemen infinity loops, yang melambangkan “infinite abundance, infinite possibilities, dan infinite creativity.” Desain ini merepresentasikan potensi ekonomi kreatif Indonesia yang tak terbatas, baik dari segi inovasi, peluang, maupun kreativitas.
Pada kesempatan yang sama, Kemenekraf juga memperkenalkan 15 logo IP lokal dari berbagai subsektor yang sedang berkembang menuju kancah internasional. Selain itu, tiga Intellectual Property (IP) lokal baru turut diluncurkan, yaitu:
Peluncuran IP-IP ini adalah hasil kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti MGPA, Max Motorsport, Radical Motorsport Indonesia, Sekuya Racing, dan komunitas motorsport lainnya.
Wamenekraf Irene menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah langkah penting untuk membuka peluang baru di industri kreatif. “Indonesia memiliki potensi besar di industri balap dan gim. Peluncuran IP ini adalah langkah nyata untuk mengintegrasikan gim, kreativitas, teknologi, dan olahraga, sekaligus membawa nama Indonesia ke kancah internasional,” tuturnya.
“Saya berharap peluncuran IP lokal ini dapat membuka jalan bagi Indonesia untuk lebih dikenal di tingkat internasional, terutama di industri balap dan gim,” tambah Irene.
Turut hadir dalam acara ini tokoh-tokoh penting, seperti:
Logo baru ekonomi kreatif ini bukan sekadar simbol, melainkan langkah nyata menuju masa depan yang lebih cerah bagi sektor kreatif Indonesia. Dengan kolaborasi lintas sektor dan inovasi yang terus berkembang, ekonomi kreatif siap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Halo Sobat Ekraf! Menyambut libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana telah meninjau langsung kesiapan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Tinjauan ini bertujuan memastikan kelancaran operasional bandara menghadapi lonjakan penumpang di periode liburan.
Pada kunjungannya, Selasa (10/12/2024), Menpar Widiyanti melihat berbagai persiapan yang dilakukan, termasuk keberadaan Posko Natal dan Tahun Baru yang dibentuk melalui kolaborasi dengan BMKG, Polri, Pemprov Bali, pihak maskapai, dan Kementerian Pariwisata. Posko ini akan mulai beroperasi pada 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, memberikan layanan informasi, bantuan darurat, hingga pengelolaan alur penumpang dan kendaraan.
"Libur Natal dan Tahun Baru adalah momen strategis bagi sektor pariwisata Indonesia. Kami ingin memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan tak terlupakan," ujar Menpar Widiyanti.
Bandara Ngurah Rai, melalui InJourney Airport, telah menyiapkan sejumlah fasilitas terbaru, seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan terminal kedatangan dan keberangkatan dengan area parkir dan drop-off. Jalur kendaraan pun telah ditambah dari dua menjadi empat untuk mencegah penumpukan di simpul lalu lintas.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Angkasa Pura dalam menyempurnakan infrastruktur bandara. Jembatan penyeberangan dan jalur tambahan ini akan memastikan kelancaran flow pengunjung serta kendaraan," tambah Menpar Widiyanti.
Selain di bandara, Kementerian Pariwisata juga akan memantau kesiapan destinasi wisata favorit, memastikan semua pihak terkait memberikan pelayanan prima bagi wisatawan.
Menpar Widiyanti telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/1/PP.03.00/MP/2024 untuk memastikan pelaksanaan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Surat ini mengimbau pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pengelola daya tarik wisata untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru.
"Kenyamanan dan keamanan wisatawan harus menjadi prioritas semua pihak agar momen liburan ini menjadi kenangan indah bagi setiap pengunjung," tegasnya.
Menurut CEO Regional II InJourney Airport, Wahyudi, Bandara Ngurah Rai diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang hingga 13 persen dibandingkan hari biasa, dengan rata-rata 80 ribu penumpang per hari. Permintaan penerbangan tambahan (extra flight) pun telah meningkat sekitar 10 persen.
Wahyudi menjelaskan bahwa dengan rampungnya JPO dan jalur tambahan, alur distribusi penumpang kini lebih tertib. "Tidak ada lagi kendaraan berhenti sembarangan atau penumpang berjalan di aspal yang dapat menghambat flow kendaraan," jelasnya.
Sobat Ekraf, momen libur akhir tahun ini adalah peluang emas untuk memaksimalkan sektor pariwisata. Dengan infrastruktur yang semakin baik dan kolaborasi lintas sektor, Menpar Widiyanti optimis pengalaman wisatawan di Bali akan lebih menyenangkan.
Mari kita sambut libur Natal dan Tahun Baru 2025 dengan semangat, Sobat Ekraf! Pastikan perjalanan Anda aman dan penuh kesan indah.
Halo Sobat Ekraf! Kabar terbaru datang dari Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, menjajaki peluang untuk memperkuat kolaborasi dengan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) guna mendorong peran sektor ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Dalam audiensi di Kantor ITDC Mandalika, Senin (9/12/2024), Wamenekraf Irene menekankan pentingnya menggali potensi ekonomi kreatif baik dari sektor digital maupun non-digital di kawasan strategis ini. "Sektor ekonomi kreatif sudah cukup luas, karena itu perlu terus digali potensinya sehingga harus ada kolaborasi, khususnya di wilayah Mandalika," ungkap Irene.
Wamenekraf Irene menyampaikan bahwa event kreatif merupakan salah satu aspek penting untuk mempromosikan ekonomi kreatif di Mandalika. Sebagai contoh, pada Minggu (8/12/2024), Kemenekraf berkolaborasi dengan ITDC dalam Mandalika Festival of Speed 2024 Final Round di Sirkuit Mandalika. Acara ini sekaligus menjadi ajang perkenalan logo baru dan peluncuran tiga IP lokal.
Digitalisasi menjadi salah satu prioritas dalam kolaborasi ini. Wamenekraf Irene mengusulkan program pelatihan digital marketing bagi UMKM kreatif di Mandalika, implementasi teknologi digital untuk pemasaran produk, serta kolaborasi dengan startup dan platform e-commerce untuk menciptakan aplikasi promosi khusus.
"Kolaborasinya bisa berupa pelatihan atau bahkan pengembangan aplikasi yang dirancang khusus untuk memperkenalkan produk-produk kreatif dari Mandalika," tambahnya.
Wamenekraf Irene juga menyoroti pentingnya branding melalui storytelling untuk menonjolkan budaya lokal dan kisah sukses pelaku ekonomi kreatif di Mandalika. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan data dan riset ekonomi kreatif sangat diperlukan untuk menyusun strategi pengembangan ekosistem kreatif berbasis lokal.
"Kolaborasi terkait riset dan data ekonomi kreatif juga tidak kalah penting. Ini akan membantu menyusun strategi yang lebih tepat sasaran," jelas Irene.
General Manager The Mandalika by ITDC, Wahyu Moehradi Nugroho, menyatakan bahwa berdasarkan masterplan KEK Mandalika, terdapat banyak potensi kolaborasi di sektor ekonomi kreatif. Beberapa acara yang telah berjalan di Mandalika sepanjang 2024, seperti Nobar Seru Mandalika, Bazaar Mandalika Seru, dan My Lombok Street Food Festival, menunjukkan bahwa kawasan ini sangat mendukung aktivitas kreatif.
Sobat Ekraf, Mandalika bukan hanya ikon pariwisata NTB, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif yang menjanjikan. Dengan kolaborasi yang erat antara Kemenekraf dan ITDC, kawasan ini diharapkan mampu menjadi contoh sukses
Halo Sobat Ekraf! Isu kekayaan intelektual (KI) kembali menjadi perhatian, kali ini disoroti oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu, yang menekankan pentingnya pengelolaan KI agar memberikan manfaat ekonomi nyata bagi para pelaku ekonomi kreatif.
Dalam rapat kerja bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024), Bane menyampaikan kritik terhadap pencatatan KI yang sering kali hanya menghasilkan sertifikat tanpa dampak signifikan.
"Pemerintah harus memastikan regulasi yang memungkinkan kekayaan intelektual menjadi aset bernilai ekonomi bagi para pemiliknya," ujarnya.
Bane juga menyoroti kebijakan terkait fidusia KI yang sudah dijanjikan sejak 2007 namun hingga kini belum diakui oleh lembaga keuangan. Padahal, pengakuan ini sangat penting karena dapat membuka peluang akses modal bagi para pelaku ekonomi kreatif.
"Fidusia kekayaan intelektual harus segera diatur agar menjadi instrumen jaminan modal yang mendukung sektor kreatif," tegasnya.
Bane menekankan bahwa pemerintah perlu mendengarkan aspirasi para pelaku ekonomi kreatif secara lebih serius. Menurutnya, kebijakan yang dibuat harus memiliki implementasi nyata di lapangan, bukan hanya sebatas regulasi di atas kertas.
"Regulasi harus berpihak pada pelaku ekonomi kreatif agar dampaknya tidak sekadar menyenangkan di atas kertas," katanya.
Di akhir pernyataannya, Bane mendesak pemerintah untuk segera menciptakan solusi yang cepat dan konkret demi memastikan KI benar-benar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia.
Sobat Ekraf, isu kekayaan intelektual ini memang krusial. Jika dikelola dengan baik, KI tidak hanya melindungi karya kreatif, tetapi juga menjadi aset bernilai ekonomi yang membuka akses modal, menciptakan peluang usaha, dan memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Mari bersama-sama mendorong pemerintah untuk terus mengembangkan regulasi yang mendukung para kreator Indonesia!